Pelajari Anatomi Landing Page Yang Baik dan Benar

Dalam memasarkan produk atau jasa secara online baiknya kita menggunakan landing page karena dengan menggunakan landing page kita bisa mengukur tingkat efektifitas penawaran produk atau jasa kita.

Apa itu landing page ?

Landing page sendiri pada dasarnya adalah halaman website yang difokuskan untuk tujuan pengunjung website kita. Biasanya sebuah landing page ini fokus hanya membahas 1 jenis produk dengan angle marketing tertentu.

Setiap landing page itu biasanya didesain khusus dengan tujuan yang spesifik, bisa untuk mengumpulkan leads / atau data pengunjung, biasa juga digunakan sebagai halaman penawaran produk atau jasa, atau bisa juga digunakan sebagai halaman review suatu produk.

Semua kembali lagi pada kebutuhannya untuk apa, jika anda lihat contoh gambar diatas. Landing page tersebut di desain khusus untuk mempromosikan sebuah aplikasi smartphone yang bisa didapatkan di Appstore dan Google Play Store.

Anatomi Landing Page

Gambar diatas menunjukan anatomi landing page secara umum

1. Memiliki Headline Yang menarik

Berdasarkan riset sebuah landing page yang baik harus bisa menarik perhatian pengunjungnya pada 3 detik pertama sejak mereka membuka landing page kita. Jika pada waktu tersebut gagal maka mereka akan langsung menutup halaman landing page kita.

Oleh karena itu dibutuhkan sebuah headline yang powerful, biasanya headline ini adalah seperti sebuah pertanyaan pada mereka mengenai masalah yang sedang mereka alami dan menjanjikan sebuah solusi, agar mereka membaca lebih lanjut.

2. Video

Sebuah video dapat membantu menarik perhatian calon pelanggan kita dengan catatan konten video tersbut memberikan informasi mengenai gambaran solusi yang anda tawarkan sehingga mereka mau untuk membaca lebih jauh sales letter anda.

Videonya pun biasanya berbentuk explainer video bisa dalam animasi whiteboard, animasi motion grafis, atau video anda sendiri yang berbicara menjelaskan lebih jauh.

3. Poin-poin penting

Biasanya poin-poin penting ini berisi daftar permasalahan yang biasanya dialami oleh calon pelanggan anda.

4. Call Action Button

Setelah mereka membaca headline, menonton video dan membca poin-poin permasalahan yang ada jabarkan, maka selanjutnya ada tombol call action dimana jika mereka ingin solusinya bisa langsung menekan tombol tersebut.

Biasanya arahan untuk menekan tombol tersebut disisipkan pada akhir video explianer anda. Sehingga mereka tau apa yang harus dilakukan selanjutnya.

5. Social Proof

Social Proof ini bisa berupa testimonial, atau barisan logo perusuhaan klien anda. Atau bisa juga jika anda pernah diliput oleh media maka dapat ditampilkan media apa saja yang pernah meliput anda. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kredibilitas anda dimata calon pembeli anda.

Itu semua adalah dasar-dasar dalam membuat sebuah landing page yang memberikan konversi yang tinggi. Namun meski begitu semua harus selalu dilakukan testing dan diukur sampai seberapa tingkat efektifitas dari landing page anda.

Untuk melakukan pengukuran ini tentunya dibutuhkan tools tambahan yang dapat melakukan tracking untuk setiap hal yang terjadi pada landing page anda, adapun itu anda juga harus dapat membaca data yang dihasilkan oleh alat tracking anda agar perbaikan yang dilakukan dapat tepat sasaran.

Tentunya semua itu mebutuhkan pembelajaran dan biasanya hal-hal tersebut diajarkan diĀ pelatihan bisnis online. Karena saat ini semua hal yang berkaitan dengan bisnis selalu di ukur berdasarkan data – data. Sehingga pertumbuhan suatu bisnis dapat diprediksi dengan akurasi yang tinggi.

Artikel Linnya