Kerajinan Tembaga Boyolali di Even Indonesia Festival Moscow

KBRI Moskow kembali menggelar Festival Indonesia untuk ketiga kalinya pada 3-5 Agustus 2018. Sebanyak 120 ribu pengunjung ditargetkan hadir dalam festival ini. Festival Indonesia akan dibuka secara resmi pada 3 Juli 2018 pukul 15.00 waktu setempat. Lokasi festival kali ini berada di Taman Krasnaya Presnya.

Taman Krasnaya Presnya terletak di pusat kota Moskow, tak jauh dari Gedung Putih kantor pusat pemerintah Federasi Rusia dan dekat dengan World Trade Center (WTC). Taman seluas 16,5 hektare ini didirikan tahun 1932 dan merupakan monumen sejarah dan arsitektur, serta monumen seni lanskap abad XVIII-XIX.

Festival yang diprakarsai KBRI Moskow dan didukung Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, serta para sponsor ini akan menampilkan pameran berbagai produk Indonesia unggulan berbagai daerah seperti kopi, pakaian, aksesoris, minyak kelapa sawit, kuliner nusantara, dan kerajinan dari berbagai daerah Indonesia yang tersebar di 85 booth. 

Selain itu, juga akan ditampilkan berbagai pergelaran seni dan budaya dari berbagai daerah Indonesia, seperti lagu, tarian dan permainan alat musik baik di panggung utama, maupun di beberapa panggung atau tempat lainnya secara terpisah.

Salah satu yang ditampilkan dalam festival ini adalah kerajinan tembaga kuningan yang berasal dari boyolali. Pemkab Boyolali ikut ambil bagian dalam gelaran Festival Indonesia di Moscow, Rusia. Boyolali akan memasarkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan. Bupati Boyolali, Seno Samodro, optimis dagangannya akan laris manis pada acara tersebut.

Menurut Seno, ada puluhan item produk yang dibawa ke Moscow. Antara lain, kerajinan tembaga asal Tumang, Cepogo, yang memang sudah mendunia, kerajinan keramik porselin dari Ampel, kerajinan tas kulit ikan pari dari Banyudono dan lain-lain yang memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Seno Samodro mengatakan, produk UMKM yang dibawa ke Festival Indonesia di Moscow tersebut sebelumnya telah diseleksi. Antara lain melalui lomba beberapa waktu lalu.

Selain dari boyolali juga terdapat kerajinan-kerajinan dari daerah lainnya. Dan juga diadakan berbagai kegiatan yang menonjolkan kekayaan budaya indonesia diantaranya berupa pagelaran wayang kulit dan gamelan show, master class tari dan alat musik tradisional dan workshop batik. Lalu ada pula kelas Bahasa Indonesia, fashion show dari para desainer Indonesia, kelas memasak kuliner nusantara, peragaan pencak silat, prosesi upacara pernikahan adat, serta pelayanan informasi tentang Indonesia.

Dengan diadakannya kegiatan ini untuk ketiga kalinya diharapkan akan meningkatkan jumlah turis rusia yang berminat untuk datang ke indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, tahun 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 110.529 orang, naik 37,28% dari tahun sebelumnya dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dari negara-negara lainnya.

Selama Festival Indonesia dan rangkaian kegiatannya, para pelaku bisnis Indonesia akan memiliki kesempatan berinteraksi bisnis dengan para mitranya. Berbagai daerah Indonesia dapat memperkenalkan potensi daerah masing-masing, baik ekonomi, maupun pariwisata dan seni budaya. Daerah juga dapat menjalin atau memperat kerja sama dengan mitranya di Rusia,baik dalam bentuk sister province, maupun sister city.